Dapatkan berbagai manfaat
dengan bergabung bersama kami di HRCentro
DAFTAR SEKARANGPada dasarnya terdapat tiga jenis data kinerja yakni ;
-Perhiutngan Output Barang dan Jasa (Kuantitatif ; unit yang diproduksi, pelayanan pelanggan dan Kualitatif ; jumlah kesalahan, complain dari pelanggan).
-Pengukuran Waktu (Keterlambatan, ketidakhadiran, kehilangan jam kerja, kegagalan dalam mencapai dead line)
-Indikator Keuangan (susunan alternative-alternatif yang luas)
Keiga hal tersebut dapat saling berhubungan. Ketidak hadiran mengurangi jumlah produksi yang dapat menurunkan keuntungan.
Cara yang dapat dilakukan adalah dengan pengamatan terhadap karyawan pada saat bekerja. Apakah mereka mendekati pelanggan dan menawarkan bantuan ?, Apakah mereka menggunakan prosedur keamanan yang sesuai. Tapi yang lebih efektif mungkin karyawan dikumpulkan secara sistematis kemudian dilakukan semacam survey mengenai sikap. Tetapi kerangka kerja analitisnya harus jelas seperti misalnya untuk pengukuran dengan pendekatan keuangan.
Banyak model-model perilaku yang dihubungkan/dibandingkan dengan indicator yang lain. Seperti digambarkan diatas bahwa ketidak hadiran dapat mempengaruhi jumlah produksi yang pada giliirannya akan mengurangi keuntungan. Dapat juga dilakukan pengamatan terhadap lingkungan kerja yang mempengaruhi perilaku mereka, termasuk pengamatan terhadap unit/kelompok tertentu.
Untuk dapat mengukur kemampuan kinerja diperlukan juga pendekatan normative yang berpengaruh terhadap fisikologi organisasi. Dengan asumsi bahwa paraktek MSDM yang sesuai, dapat menciptakan adanya motivasi dan komitmen pekerja. Faktor-faktor yang merupakan tindakan tepat berasal dari teori khusus seperti ; komitmen organisasi, desain kerja, penentuan tujuan dan sebagainya.Ciri-ciri pokok dari pendekatan ini adalah bahwa MSDM menyediakan suatu integrasi yang logis mengenai teori peilaku dan menguraikan hubungan antara pelaksanaan dan kemampuan kinerja.
Pendekatan teori pemikiran diadopsi oleh Mc Duffie (1995) bahwa ; Penerapan MSDM yang inovatif mungkin dapat memberikan sumbangan bagi peningkatan ekonomi hanya dalam 3 kondisi berikut ;
-Ketika para Karyawan memiliki ilmu pengetahuan dan skill
-Ketika para Karyawan termotivasi untuk menerapkan skill dan ilmu pengetahuannya melalui usaha-usaha tertentu.
-Ketika perusahaan berusaha atau melakukan strategi produksi yang hanya dapat dihasilkan ketika para pekerja melakukan usaha-usaha tertentu tersebut.
Selain itu, Teori Motivasi juga merupakan pendekatan teori yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan kinerja. Beberapa penelitian menyebutkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dan kemampuan kinerja. Kemampuan kinerja yang tinggi pada tingkat individu tergantung dari motivasi yang tinggi, ditambah keahlian dan kemampuan, serta posisi yang sesuai dan memahami posisinya.Hal ini merupakan langkah singkat untuk menerapkan MSDM yang dapat mendorong keahlian dan kemampuan yang tinggi. Seleksi karyawan secara teliti dan investasi yang besar dalam pelatihan menghasilkan keahlian dan kemampuan sebagai kualitas. Keamanan kerja dan kompensasi terhadap system hubungan kinerja menghasilakn motivasi sebagai komitmen. Sedangkankomunikasi yang luas, desain kerja, dan keterlibatan karyawan; menghasilakn peran dalam struktur yang sesuai dengan persepsi. Oleh karena itu kita memiliki suatu teori yang menghubungkan praktek-praktek MSDM dengan proses-proses yang memudahkan kemampuan kinerja individu menjadi tinggi.
Terdapat faktor-faktor lain diluar MSDM yang dapat mempengaruhi keuntungan perusahaan atau tingkat kehadiran. Sebagai gambaran dapat dilihat pada tampilan berikut ;
-Seleksi, Sosialisasi, Pelatihan dan Pengambangan, Program perbaikan kualitas, berpengaruh pada Kemampuan dan Keahlian yang akan menghasilkan Kualitas.
-Kedudukan Tunggal, Keamanan Kerja, Promosi Intern, Sistim Penghargaan Individu, akan berpengaruh pada Usaha/Motivasi yang akan menghasilkan Komitmen
-Komunikasi, Keterlibatan Karyawan, Ketja Tim, Desain Kerja, Deskripsi Kerja yang Fleksibel, akan berpengaruh pada Peran dalam Struktur dan Persepsi yang akan menghasilkan Fleksibilitas.