Implikasi Kaizen dalam MSDM di Perusahaan
Posted by : SUGENG RIANTO, 27 Juli 2010 09:45:39Kategori: Pengembangan | Viewed : 393 | Rating:
Pada hakekatnya setiap manusia selalu mengadakan perubahan ke arah penyempurnaan. Perubahan tersebut dilakukan di segala aspek kehidupan meliputi cara kerja, aktivitas sosial, kehidupan keluarga, kehidupan spiritual, dan sebagainya. Perubahan yang menuju penyempurnaan menjadi bagian dari kehidupan setiap manusia, sebagaimana perkembangan manusia semenjak bayi yang menangis, bergerak, meraih sesuatu, tengkurap, berjalan, dan seterusnya menuju kesempurnaan sebagai manusia dewasa yang dapat berjalan, lari, bahkan naik pesawat terbang untuk mempercepat tujuan dalam bepergian. Semua itu dilakukan dalam rangka menuju penyempurnaan. Begitupun dalam cara kerja manusia untuk meraih sesuatu selalu mengadakan penyempurnaan yang dalam negara Jepang disebut dengan Kaizen (baca: Kai-seng). Kai adalah merubah dan Zen adalah lebih baik. Dalam arti sederhana, Kaizen adalah usaha perbaikan berkelanjutan untuk menjadi lebih baik dari kondisi sekarang. Penerapan Kaizen dalam perusahaan tidak bisa dilakukan sepotong-sepotong, atau hanya perbagian, tapi harus menyeluruh dan menjadi budaya kerja oleh setiap karyawan. Bagaikan anggota tubuh sebagaimana digambarkan diatas, untuk dapat merangkak harus ada penyempurnaan duduk, kemudian penyempurnaan tangan dalam menopang, dan tapakan kaki. Apalagi untuk dapat berjalan secara sempurna harus ada penyempurnaan pijakan kaki dan keseimbangan tangan. Memang dalam Kaizen ada 2 hal pokok yang menjadi pilar utama dalam membangun budaya penyempurnaan yaitu Quality Control Circle (QCC) dan Suggestion System (SS). Kedua pilar tersebut dibangun diatas pondasi dengan materi ; masalah. Beberapa konsep pemikiran Kaizen ; -Masalah adalah kumpulan sesuatu yang berharga. Manusia bukanlah masalah. Justru manusialah yang menyelesaikan masalah. Manusialah yang selalu menciptakan ide-ide perbaikan dan penyelesaian masalah. -Bila ada kesalahan segera diperbaiki. Lebih baik memikirkan cara untuk melakukan perbaikan, daripada mencari alas an mengapa tidak bisa, dan menyalahkan pihak lain. Hindari alasan-alasan klasik yang hanya akan memperpanjang masalah. -Jangan menunggu sempurna 100 %. 50 % saja sudah cukup untuk segera dijalankan. Kaizen tidak mengandalkan uang, karena penekanan pada budaya dan suggestion system. -Cari penyebab sesungguhnya dengan jujur. Usahakan dengan mengetahui dan melihat dengan mata kepala sendiri. Apabila tidak, coba tanyakan mengapa, mengapa, mengapa, mengapa, mengapa sampai 5 kali sehingga akar permasalahan dapat diketahui dengan sebenarnya. -Ruang yang paling luas didunia ini adalah ruang untuk membuat perbaikan. Kaizen itu tidak terbatas. Ide 10 orang itu lebih baik daripada “pengetahuan” satu orang. -Kaizen juga memperhatikan kesehatan dan keselamatan manusia, sehingga jangan dilupakan.