Dapatkan berbagai manfaat
dengan bergabung bersama kami di HRCentro
DAFTAR SEKARANGApa yang ada dalam fikiran anda saat mendengar kata PNS?
Mungkin Anda akan berfikir:
Hidup Terjamin sampai tua dapat pension
Kerja nyaman, tanpa pressure / tekanan atasan, dan tanpa resiko PHK / bangkrut
Status social tinggi di masyarakat
Atau mungkin Anda berfikir:
Kerja rutin, gaji minim
Karir susah, tergantung senioritas
Tapi coba anda amati bahwa setiap tahun, ada puluhan ribu peserta ikut tes CPNS, dan jangan salah bahwa mereka bukan saja pada posisi menganggur dan mencari kerja, tapi banyak diantaranya sudah pada posisi bekerja dan yang lebih gila lagi banyak juga yang pada posisi sudah punya jabatan yang mereka tahu bahwa gaji yang di dapatkan nantinya sebagai PNS sudah pasti dibawah gajinya saat ini yang salah satunya pada posisi menjabat sebagai Kepala Cabang sebuah perusahaan, lantas tidaklah berlebihan jika mungkin yang ada dalam fikiran mereka adalah poin terakhir dalam pilihan diatas.
Apapun komentar yang ada, sejarah telah membuktikan bahwa lowongan dan seleksi CPNS tetaplah yang paling banyak menyedot animo masyarakat pencari kerja sehingga sudah saatnya kita berfikir bagaimana dari seleksi yang ketat ini bisa menghasilkan SDM yang hebat dan akhirnya kinerja yang Dahsyat. Barikut ini ada bebrapa tips bagaimana membentuk kinerja PNS yang kompetitif dan bisa bersaing dengan swasta.
Ada perbedaan sifat kerja dari PNS dan swasta kurang lebihnya sbb:
Sifat Pekerjaan PNS:
Biasanya bersifat service, suport, pendidik atau peneliti
Dalam ilmu bisnis masuk kategori tidak dipaksa untuk bersaing, kecuali bg.PNS yg.berjiwa kompetitif
Banyak yg.merasa dlm.fase comfort zone, krn.hidupnya sudah dijamin oleh negara dengan
mekanisme pensiun
KPI (Key Performance Indicator) yang dijalankan biasanya berdasar masa kerja, pendidikan, jumlah
sertifikat attendance keikutsertaan pada suatu kegiatan.
Sifat pekerjaan swasta:
Biasanya bersifat profit oriented
Dalam ilmu bisnis masuk kategori dipaksa bersaing dengan doktrin, kalah bersaing brarti mati
Karena bisnis selalu berubah, mereka yg.berada di comfort zone pun, senantiasa akan dipaksa untuk
kompetitif
KPI yang dijalankan “lebih extrem” dlm.penerapan 4 item diatas.Jadi ijazah, masa kerja, sertifikat
kadang tidak berbanding lurus dengan karir, kecuali jika anda bisa dapat nilai outstanding untuk
keempat item dibawah.
Sebaiknya KPI (Key Performance Indicator) untuk PNS yang notabene berupa instansi yang service & support oriented mengandung unsur sebagai berikut:
1. Financial: indicator ini menunjukkan sejauh mana SDM tsb.memberikan kontribusi langsung terhadap anggaran dalam arti bisa menghemat/tdk. menghamburkan uang anggaran. Bentuk penilaiannya merupakan perkalian antara skor yang dibuat (misal 1-5) dengan bobot prosentase yang di tetapkan.
2. Customer: indicator ini menunjukkan sejauh mana SDM yang ada bisa memberikan service yang baik ke pelanggan/konsumen/ masyarakat yang memerlukannya. indicator pengukurannya sama spt.diatas (skor x bobot), yg.jadi acuan misalnya service level agreement (bisanya dinyatakan dengan brapa hari), time respon pelayanan sampai selesai (biasanya menit/jam),pelanggan bisa dlm.bentuk external / internal customer, prinsipnya dlm.pelayanan, the next process is our customer.
3. Internal Process: indicator ini menunjukkan sejauh mana SDM yang ada bisa melakukan kontrol pekerjaan sesuai mekanisme yang ada sehingga bisnis/service yang diberikan bisa terjaga akuntabilitas dan transparansinya. yang menjadi bahan kajian adalah aturan dibuat se-ideal mungkin, shg.semakin tinggi jabatan seseorang, yang bersangkutan akan berhadapan pada kondisi “jika dijalankan melanggar aturan, jika tdk.dijalankan bisnis/service tdk.bisa berjalan optimal”. Bisnis/institusi yang bergerak dibidang jasa keuangan paling dominan menghadapi
kondisi spt.ini, shg.menuntut sejauh mana resiko yang diambil tsb.bisa dipertanggung jawabkan bagi pengambil keputusan.
4. People:indicator ini menunjukkan sejauh mana SDM yang ada tsb. meningkatkan kompetensinya baik secara formal (training, coaching dsb) atau non formal dengan learning by doing. Jika karyawan tsb.pada posisi pimpinan / supervisor, indicator ini menunjukkan sejauh mana pimpinan tersebut membina bawahannya untuk berkembang dalam hal kompetensi yang dibutuhkan untuk menunjang kinerjanya.
Untuk artikel dan info lowongan kerja menarik lainnya Anda bisa mengakses www.whjobs.co.cc