Dapatkan berbagai manfaat
dengan bergabung bersama kami di HRCentro
DAFTAR SEKARANGLeader atau pimpinan biasanya identik dengan atasan dalam sebuah struktur organisasi bisnis.Walaupun banyak juga diantara para atasan di kantor lebih berfungsi sebagai seorang atasan dan tidak sampe menjadi seorang pimpinan yang efektif. Ada beberapa langkah yang bisa Anda coba untuk membiasakan diri menjadi seorang leader atau pimpinan yang efektif
Langkah-langkah tersebut secara garis besar kita kategorikan sebagai berikut:
1. Personal Development,dalam pengembangan diri (personal development) ada dua hal yang harus menjadi concern kita yaitu maslah focus dan disiplin. 2 Hal tersebut jika kita pelajari lebih jauh, bisa perjelas sebagai berikut:
Fokus:
Fokus berarti menentukan tujuan dan konsisten mencapainya
Tanpa Fokus Anda tdk.bisa melihat peluang
Tanpa Fokus anda tdk.bs.berfikir positif
Makin Fokus, Value Anda makin tinggi
Disiplin:
Disiplin bisa menjadi key sukses anda dalam meraih impian termasuk menjadi leader yang efektif.Di dalam disiplin anda akan dihadapkan pada kondisi bahwa anda harus bisa:
a.Menetapkan Action, ribuan mill langkah dimulai dari satu langkah, maka anda harus bisa mengambil langkah pertama tersebut bagaimanapun kondisinya
b. Mengambil Inisiatif, secara umum inisitif bisa kita kategorikan dalam beberapa tingkatan, makin tinggi tingakatannya, semakin baik dalam hal mencapai tujuan menjadi leader yang efektif. Tingkatan tersebut adalah:
Tingkat 1: Menunggu sampai disuruh.
Tingkat 2: Menanyakan apa yang harus dilakukan.
Tingkat 3: Memberikan rekomendasi.
Tingkat 4: Melakukan dan langsung melaporkan kepada atasan.
Tingkat 5: Melakukan dan melaporkan secara reguler.
c. Melakukan Continuous Improvement, prinsip dari continues improvement adalah bahwa apa yang dilakukan hari ini harus lebih baik dan lebih berhasil dari hari sebelumnya.
d. Melakukan Hal-Hal Yang Penting, jika kita kondisikan pekerjaan kita dalam kategori penting, tak penting, dan genting, tak genting, maka kondisi yang diharapkan dalam mencapai tujuan menjadi leader yang efektif adalah kondisi penting dan tak genting harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
2. Interpersonal Development, dalam pengembangan kepribadian untuk menjadi leader yang efektif, kita harus bisa melakukan pengembangn diri kea rah konteks hubungan dengan orang lain. Dalam hal ini ada dua hal yang mesti menjadi perhatian kita yaitu masalah trust (kepercayaan) dan communication (komunikasi). Secara lebih detal bisa kita artikan sebagai berikut:
Trust:
Tanpa kita sadari, dalam konteks hubungan dengan orang lain sehari-hari, kita ibarat mengelolan rekening kepercayaan. Berbeda dengan rekening bank, dimana saat buka rekeneing bank kita pasti pada kondisi sadar, besarnya saldo kita yang tentukan, bunga selalu positif, saat tutup rekeningpun selesai urusan, namun jika yg kita kelola adalah rekening kepercayaan, makan kita tidak tahu kapan munculnya kepercayaan tsb, dan kapan berkurang/malah hilang. Bedanya lagi yang menentukan saldo/tingkat trust orang lain thd.kita adalah orang lain, bukan kita, sehingga tidak heran saat kita berbuat baikpun, belum tentu orang lain langsung merespon saldo trust kita untuk langsung bertambah.Bahkan saat kita putus hubungan/kontak pun, apa yang telah kita lakukan dalam hubungannya dengan orang lain akan senantiasa membekas dan diingat orang, sehingga tidak bisa ditutup layaknya rekening bank, disitulah perlunya membangun rekening kepercayaan yang baik.
Communication:
Penelitian menyatakan 70% kesalahan di dunia kerja adalah hasil dari komunikasi yang buruk…..Beberpaka kendala dalam berkomunikasi diantaranya adalah:
• Kurang informasi & pengetahuan
• Prioritas & tujuan tdk. dijelaskan
• Tidak mendengarkan
• Tidak memahami secara penuh
• Tidak bertanya
• Ber-Asumsi
• Tidak memahami apa yang diperlukan orang lain
• terlalu cepat ambil kesimpulan
• Bad mood
• Gagal mencari alternatif
Berikut ini 7 prinsip positif dalam komunikasi yang efektif:
o Perhalus kata-kata “kamu” menjadi “saya” untuk menghindari kesan menekan, misalnya:”Kamu harus” bisa diganti dengan “dapatkah anda…”
o Fokus pada solusi, bukan masalah, misalnya:”kita kehabisan susu..”bisa diganti dengan : “saya akan berbelanja membeli susu..”
o Ganti kata-kata “tidak bisa” menjadi “bisa”, misalnya:”kita tidak dapat pergi sampai minggu depan..”diganti dengan “kita akan pergi minggu depan..”
o Mengambil tanggung jawab, jangan menyalahkan, sebagai ganti dari “ini bukan kesalahan saya”, katakana” ini yang bisa kita lakukan..”
o Katakan apa yang anda inginkan, bukan apa yg tdk.anda inginkan, sebagai ganti “jangan menyetir terlalu cepat” katakana “menyetirlah dengan hati-hati”
o Fokus ke depan, bukan ke masa lalu
Sebagai ganti dari “Saya telah memberitahu kamu sebelumnya untuk tidak” katakan ‘Mulai sekarang dan seterusnya…….”
o Bagi informasi daripada berdebat atau menuduh
Sebagai ganti dari ‘Bukan, anda salah’, katakan ‘Saya melihatnya seperti ini….’
3. Team Development, setelah anda memahami prinsip dasar personal dan interpersonal development, maka point terakhir yang perlu anda kembangkan adalah pengembangan kerja team (team development). Dalam team development ini hal yang paling mendasar adalah membangun synergy.Proses berinteraksi dengan orang lain dalam satu team, ada 4 Paradigma Hubungan Antar Manusia, yaitu:
Menang – Kalah
Kalah - Menang
Kalah - Kalah
Menang - Menang
Sinergi sendiri diartikan sebagai “Keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya”, sebagai ilustrasi:
1+1 = 3 atau lebih, berarti sinergi
1+1 = 2 berarti menang-menang biasa
1+1 = 1,5, berarti kompromi
1+1 = kurang dari 1, berarti sinergi yang negative (anergi)
Sudahkah Anda menerapkan 3 prinsip pengembangan diri untuk menjadi leader yang efektif?
Salam Hangat,
Sukses di Tangan Anda