Membuat Deskripsi Kerja Untuk Wawancara
Posted by : Tris Susanti Dewi, 04 Mei 2012 09:51:27Kategori: Kinerja | Viewed : 291 | Rating:
Membuat Deskripsi Kerja Untuk Wawancara
Sebuah deskripsi kerja yang ditulis dengan baik akan membuat proses perekrutan anda jadi lebih mudah. Misalnya, anda dengan cepat mensortir aplikasi dan “membuang” pelamar yang tidak memenuhi persyaratan posisi tersebut. Dengan deskripsi kerja yang baik, anda akan dapat menyeleksi kandidat yang tepat untuk pekerjaan tertentu.
Deskripsi kerja tertulis mirip dengan sebuah blue print yang membantu kerangka kerja untuk proses rekrutmen, membentuk proses yang tepat dan efisien. Di dalamnya menggambarkan fungsi penting yang harus ditampilkan seseorang dalam memenuhi kualifikasi posisi.
Oleh karenanya, deskripsi kerja sebaiknya dibuat singkat dan to the point. Ingatlah, deskripsi kerja dinilai sebagai dukumen resmi dan tidak mempertimbangkan usia, jenis kelamin, ras, warna kulit, agama, asal negara ataupun kecacatan.
Deskripsi kerja harus mencantumkan hal-hal berikut ini : - Nama posisi - Ringkasan posisi - Esensi dari tanggung jawab dan tugas - Keterampilan kerja yang dibutuhkan - Pengalaman dan/atau pendidikan, sertifikat atau izin yang diperlukan - Kebutuhan fisik - Jenis lingkungan kerja - Bagaiman pelamar dapat melamar posisi tersebut Perhatikan pula hal-hal berikut ketika anda menulis deskripsi, - Anda tidak harus mencantumkan gaji di dalamnya ketika mengiklankan posisi tertentu. Tapi, anda perlu membuat tingkat gaji dari posisi yang ditawarkan dan menyimpan informasi tersebut untuk wawancara. - Buatlah sejarah posisi pekerjaan tersebut, bagaimana posisi itu memang dibutuhkan perusahaan dan membantu mewujudkan tujuan bisnis jangka panjang. - Tentukan fungsi esensial dari posisi tersebut. - Prioritaskan tanggung jawab dan tugas pekerjaan. - Tentukan tingkat pendidikan/sertifikat/izin mana yang dibutuhkan dan memiliki hubungan langsung dengan kemampuan pelamar untuk melakukan pekerjaan.
Dari deskripsi pekerjaan tersebut di atas, and tentu dapat mempelajari bagaimana potensi calon karyawan pada saat anda wawancarai. Dengan demikian, kemungkinan anda memilih orang yang tidak tepat akan lebih sempit.