Mindset Front Liner
Posted by : wahyudi hari siswanto, 21 Juni 2011 19:01:01Kategori: Kompetensi | Viewed : 133 | Rating:
Front liner adalah wajah perusahaan, karena melalui sentuhan dia image itu akan tercipta.Sentuhan itu bisa berwujud tutur kata, gaya bicara, gesture tubuh, dsb. Front liner sendiri identik dengan customer service karena hanya customer service lah yang selalu berada pada posisi pada ruangan yg berhadapan langsung dengan pelanggan. Nature nya seorang front office berfungsi sebagai pelayan, thd,pelanggan,Apapun masalahnya, dan keluhan yang dihadapi konsumen,maka pada wajah customer service lah pelanggan ini berharap untuk mendapatkan solusi. Namun demikian, paradigm dan mindset tersebut ke arah depan telah bergeser. Ada beberapa tahapan perusahaan, dimana: 0-3 tahun biasanya adalah masa invetasi untuk jangka pendek 3-10 tahun biasanya adalah masa pertumbuhan 10-15 tahun biasanya perusahaan mengalami masa stabil Diatas 15 tahun perusahaan rawan akan mengalami fase saturasi/jenuh Pada saat masa pertumbuhan itulah, biasanya perusahaan akan menggenjot sales demi penguasaan pasar dalam menghadapai masa stabil atau malah saturasi/jenuh. Dimasa seperti itulah, apapun fungsi job yang ada dalam perusahaan adalah mengarah terhadap sales, tak terkecuali customer service. Sehingga jelas, saat awal posisi customer service sebagai: Service/pelangggan, kini bertambahn menjadi sales and service Dengan perubahan paradigm tersebut makan idealnya seorang customer service harus mempunyai kategori/jiwa sebagai berikut: 1.gesture: Cantik atau dalam bahasa trend-nya good looking, adalah sesuatu yg wajar atau standard, namun jika dari segi bahasa tubuh, gerak gerik, baik mata, mimik wajah,bibir tdk.menarik maka proses sales and service tadi tidaklah bisa berjalan dengan maksimal.Hal inilah yang dinamakan gesture. 2.Rexona : Rexona di identikkan dengan penampilan yang menarik, baik dari segi tat arias, make up, pemakaian baju, sepatu, pewangi tubuh dsb. Hal ini sangat menunjang tingkat percaya diri dari customer service tsb. Karena jika untuk ber-penampilan saja mereka tidak PD, bagaimana mungkin mereka bisa PD dalam menawarkan product. Nah…Para Frontliners,Sudah siapkah meghadapai perubahan paradigm diatas? Bagaimana dengan Anda? untuk artikel menarik lainnya anda bisa dapatkan di www.whjobs.co.cc