Psikologi dalam Dunia Industri
Posted by : SUGENG RIANTO, 15 Juli 2010 10:16:01Kategori: Kompetensi | Viewed : 327 | Rating:
Psikologi dalam dunai industri tidak lepas dari mempelajari psikologi dalam organisasi, karena industri merupakan suatu organisasi. Dalam kaitan psikologi industri dan organisasi, psikologi hanya dikaitkan dengan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai sumber daya dalam organisasi. Sampai dengan Perang Dunia ke 2 psikologi industri (belum ada tambahan organisasi) kegiatan utamanya merupakan metode, fakta dan prinsip-prinsip psikologi pada manusia sebagai tenaga kerja. Setelah itu, psikologi industri dan organisasi menjadi ilmu mandiri dengan kegatan-kegiatannya antara lain ; melaksanakan penelitian ilmiah dalam kaitannya dengan peran/perilaku manusia dalam organisasi, dan organisasi itu sendiri, mengembangkan teori-teori dan menguji kebenarannya, serta menerapkan penemuan-penemuan baru. Psikologi industri dan organisasi terus diupayakan penggunannya untuk kepentingan dan kemanfaatan semua pihak yang terkait dan harus diupayakan agar dalam penerapannya tidak terjadi penafsiran yang keliru. Perilaku manusia yang dipelajarai meliputi kegiatan-kegiatan seperti berjalan, berbicara, melompat, menulis, dan sebagainya. Termasuk kegiatan yang tidak dapat diamati secara langsung seperti ; berfikir, motivasi dan lain-lain. Dalam pengamatan yang lebih sempit lagi, dilakukan melalui kelompok/divisi dalam pekerjaan. Sejauh mana dampak satu kelompok atau unit kerja terhadap perilaku seorang tenaga kerja dan sebaliknya. Sejauh mana struktur, pola dan jenis organisasi mempunyai pengaruh terhadap para tenaga kerjanya, terhadap sekelompok tenaga kerja, terhadap seseorang tenaga kerja. Bagaimana perilaku manusia sebagai pekerja dalam setiap kelompok, bagaimana mengembangkan kelompok dalam organisasi dan bagaimana mengembangkan organisasi itu sendiri. Selain mempelajari perilaku manusia sebagai pekerja, psikologi industrin dan organisasi juga mempelajari manusia sebagai konsumen. Perilaku manusia dipelajari di dalam lingkungan kerja, didalam melaksanakan tugas pekerjaannya. Manusia dipelajari dalam interaksinya (hubungan timbale balik dan saling mempengaruhi) dengan pekerjaannya, dengan lingkungan kerja fisiknya, dengan lingkungan social di pekerjaannya. Jika sebagai tenaga kerja manusia menjadi anggota organisasi industrinya, maka sebagai konsumen manusia menjadi pengguna (user) dari produk atau jasa dari oerganisasi industri.