Psikologi dan SDM
Posted by : SUGENG RIANTO, 02 Juli 2010 20:57:04Kategori: Hubungan Industrial | Viewed : 183 | Rating:
Membahas masalah Sumber Daya Manusia tidak lepas dari pembahasan masalah pengenalan, pengamatan, ingatan, pikiran manusia. Untuk melakukan kegiatan pengenalan, pengamatan tersebut Fenomena yang berkembang saat ini menunjukkan bahwa pentingnya psikologi dalam menentukan karakteristik dan kemampuan SDM. Tidak sedikit kalangan industri yang menempatkan para sarjana psikologi dan psikolog dalam divisi SDM, karena merekalah yang memahami karakteristik dan kemampuan SDM dalam melaksanakan pekerjaan. Untuk meneliti para SDM tersebut secara ilmiah perlu dilakukan dengan metode dan eksperimen-eksperimen yang dapat menentukan hasil secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dikenal istilah psikologi eksperimen. Gejala-gejala psikis dan perilaku manusia yang dipelajari oleh psikologi eksperimen merupakan dasar terbentuknya teori dan unsur-unsur dari aturan serta prinsip-prinsip yang berlaku umum, kemudian dilakukan di bidang industri. Penelitian yang hanya dilakukan dalam laboratorium dirasa kurang tepat karena dalam skup yang sempit dan hanya dalam bentuk eksperimen sehingga tidak menggambarkan hasil yang sebenarnya. Oleh karenanya dilakukan penelitian lapangan yang mendalam, sehingga kedua penelitian ini saling melengkapi. Penerapan psikologi umum dibidang industri ini dimulai pada permulaan abad ke 20 dengan menerapkan psikologi dalam suatu aspek dunia kerja, tentang efisiensi industri. Dengan dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor, mulailah kerjasama sarjana psikologi eksperimen dan sarjana teknik industri menggarap studi baru yaitu mencari kesesuaian dan penyesuaian lingkungan kerja fisik, peralatan kerja, dan proses kerja dengan manusia sebagai tenaga kerjanya. Dari titik awal ini timbul apa yang sisebut ergonomic, atau psikologi perekayasaan, yaitu ilmu yang mempelajari dan mencari cara-cara bekerja secara efisien dengan menyesuaikan peralatan canggih dengan kemampuan atau ketrampilan manusia yang harus mengoperasikan peralatan tersebut, Mulai tahun 1960-an peneapan psikologi dibidang penjualan, dengan mengadakan perilaku konsumen. Dari situlah maka dimulai kegiatan promosi melalui berbagai media untuk menarik minat konsumen. Para sarjana psikologi mendalami hubungan antar manusia dalam industri, mempelajari organisasi sebagai suatu keseluruhan, struktur dan iklim berbagai macam organisasi, pola dan gaya komunikasi, struktur sosial formal dan informasi yang ditimbulkan, untuk menentukan pengaruh dan akibatnya terhadap perilaku tenaga kerja.