RACUN PENYEMBUH
Posted by : wahyudi hari siswanto, 23 Juni 2011 06:32:08Kategori: Pengembangan | Viewed : 101 | Rating:
Seorang menantu, Lenny namanya, merasa tidak cocok dengan mertuanya dalam segala hal. Mereka selalu konflik dan bertengkar. Akhirnya, Lenny tidak tahan lagi. Ia menemui teman baik ayahnya, Mr Huang, yang menjual obat. Ia memintanya memberi racun untuk mertuanya. Mr Huang setuju asal Lenny mau mendengarkan dan melakukan semua yang dia minta. Lenny menjawab, “Baik, saya akan melakukan apa saja yang anda minta.” Mr Huang memberinya sebotol racun dan berkata, “Kamu tidak boleh menggunakan racun yang bereaksi cepat untuk menyingkirkan ibu mertuamu, karena nanti bisa dicurigai. Racun ini secara perlahan akan menggerogoti tubuh ibu mertuamu. Setiap hari masaklah masakan kesukaan mertuamu dan campurkan sedikit racun ini. Layani dengan baik, dengarkan saja kata-katanya. Jangan berdebat dengannya. Perlakukan dia seperti seorang ratu, agar kamu tidak dicurigai saat ia meninggal.” Lenny sangat senang. Setiap hari, Lenny membuat masakan kesukaan mertuanya. Tak lupa ia membubuhkan sedikit racun. Setelah 6 bulan, seluruh rumah berubah. Lenny telah belajar mengendalikan emosinya. Dia tidak berdebat sekalipun dengan ibu mertua-nya, yang sekarang kelihatan jauh lebih baik dan mudah ditemani. Sikap mertuanya juga berubah. Ia mulai menyayangi Lenny seperti anaknya sendiri. Dia memberitahu semua orang bahwa Lenny adalah menantu terbaik. Lenny sangat terharu. Ia mengurungkan niatnya untuk membunuh mertuanya. Ia mencari Mr. Huang agar memberinya obat penawar. “Lenny, tidak usah kuatir. Yang saya berikan dulu adalah vitamin, bukan racun. Racun yang sebenarnya ada dalam pikiranmu. Tapi semua sudah lenyap oleh kasih yang engkau berikan pada mertuamu,” ujar Mr Huang. Lenny sangat bahagia sekali. Akhirnya ia menyadari, “Barang siapa yang memperlakukan orang lain dengan sepenuh hati, maka ia akan beroleh perlakuan yang sama, bahkan lebih baik.” Ingatlah apa yang kita tanam, itulah yang akan kita petik.