Dapatkan berbagai manfaat
dengan bergabung bersama kami di HRCentro
DAFTAR SEKARANGDalam membangun sebuah tim,khususnya tim kerja setidaknya kita mesti pintar dalam memilih, serta mempelajari karakter atau tipe tim yang akan kita bentuk. Kadang kita tidak sempat atau tidak bisa memilih, karena saat kita masuk tim tersebut mungkin sudah ada. Tim itu bisa teman satu departemen, satu project, atau mungkin teman beda departemen namun selalu berhubungan. Disaat kita tidak bisa memilih teman dalam satu tim, maka langkah paling bijak adalah menyesuaikan tim yang ada serta melengkapinya.
Kadang dalam keseharian kita saat bekerja, kita menjumpai atau bahkan kita mengalami sendiri kondisi yang sibuk atau bahkan sangat sibuk, dan sayangnya kondisi sangat sibuk tersebut berulang terus setiao hari dan setiap waktu. Sehingga seolah-olah kita sudah tidak sempat lagi rehat sejenak, bahkan makanpun juga gak sempat. Bahkan kalo ditanyapun, lebih penting makan atau menyelesaikan pekerjaan, kita selalu menjawab sama-sama pentingnya, nah saat dilanjut pertanyaannya lebih mendesak (urgent) mana, makan atau menyelesaikan pekerjaan, juga dijawab: sebenarnya sama-sama urgentnya.
Dalam sebuah fase kehidupan, dimanapun saat ini usia kita, kadang kita merasa seseorang atau mungkin juga bahkan diri kita sendiri bertingkah laku dan berpola pikir seperti anak-anak (lebih muda dari usianya) atau bahkan ada yang terlihat seperti jauh lebih dewasa dari usianya sendiri.
Ada baiknya diantara kita mempunyai pengetahuan tentang fase atau tingkat kedewasaan seseorang, dengan maksud kita lebih siap memposisikan diri kita dan orang yang kita hadapi. Hal ini sangat penting terutama sekali dalam menunjang kinerja kita di kantor, dalam hal ini terkait hubungan kita dengan atasan, teman selevel, maupun bawahan kita.
Leader atau pimpinan biasanya identik dengan atasan dalam sebuah struktur organisasi bisnis.Walaupun banyak juga diantara para atasan di kantor lebih berfungsi sebagai seorang atasan dan tidak sampe menjadi seorang pimpinan yang efektif. Ada beberapa langkah yang bisa Anda coba untuk membiasakan diri menjadi seorang leader atau pimpinan yang efektif
Man : Selamat pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit aku ingin bertanya… GOD : Waktu-Ku adalah KEKEKALAN, tidak ada masalah tentang waktu. Apa pertanyaanmu? Man : Terima kasih…. Apa yang PALING MENGHERANKAN bagi-Mu tentang kami “MANUSIA”? GOD : Kalian itu makhluk yang “ANEH”…. #Pertama, suka MENCEMASKAN MASA DEPAN , sampai LUPA dengan HARI INI…Sehingga kalian LUPA BERSYUKUR dan BERUSAHA. #Kedua, kalian HIDUP di dunia seolah-olah KEKAL TIDAK akan MATI. Kalian LEBIH BANYAK mengumpulkan BEKAL hidup di DUNIA, daripada BEKAL setelah MATI. Padahal hidup di DUNIA hanyalah SEMENTARA, dan hidup SETELAH MATI adalah KEKEKALAN. #Ketiga, kalian cepat BOSAN sebagai ANAK-ANAK dan TERBURU-BURU ingin DEWASA, namun setelah DEWASA kalian KEKANAK-KANAKAN : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal soal sepele. #Keempat, kalian RELA KEHILANGAN KESEHATAN demi MENGEJAR UANG, tetapi kemudian membayar dengan UANG untuk mengembalikan KESEHATAN. #Kelima, kalian lebih TABAH manakala Aku UJI dengan KEMELARATAN dan PENYAKIT dibandingkan saat Aku uji dengan banyak rizki dan kesehatan. Kala kalian MELARAT dan SAKIT, kalian LEBIH DEKAT kepada-Ku dengan ibadah dan doa. Padahal Aku SENANG bila kalian MENDEKAT kepada-Ku, tapi kalian tidak suka dengan KEMELARATAN dan PENYAKIT tersebut. Hal-hal itulah yang membuat hidup kalian SUSAH. Man : Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ? GOD : Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian : SUKA MELUPAKAN nasihat-Ku. Baiklah Ku ulangi lagi ya beberapa nasehat yg penting: 1. Kalian harus sadar bahwa MENGEJAR RIZKI adalah sebuah KESALAHAN. Yang seharusnya kalian lakukan ialah MENATA DIRI agar kalian LAYAK dikucuri rizki. Ingat, rizki berasal dari-Ku. Jadi JANGAN MENGEJAR RIZKI, tetapi biarlah RIZKI yang MENGEJAR kalian. 2. Ingat : “SIAPA” yang kalian miliki itu LEBIH BERHARGA dari pada “APA” yang kalian punyai. Memilik “SIAPA” akan mendatangkan “APA”, Kehilangan “SIAPA” akan kehilangan “APA” juga…Tetapi bila kamu kehilangan “APA” masih ada “SIAPA” yang akan membantumu. Jadi, PERBANYAKLAH teman, JAUHI permusuhan… 3. Jangan bodoh dengan CEMBURU dan membandingkan yang dimiliki orang lain, BERSYUKURLAH dengan apa yang telah kalian terima. Karena semuanya akan ditanya DARIMANA kamu dapatkan dan UNTUK APA dibelanjakan. 4. Ingat orang KAYA bukanlah dia yang berhasil mengumpulkan harta yang paling banyak, tetapi adalah dia yang PALING “SEDIKIT” MEMERLUKAN hartanya, sehingga masih sanggup MEMBERI kepada sesamanya