Dapatkan berbagai manfaat
dengan bergabung bersama kami di HRCentro
DAFTAR SEKARANG
Dua orang pemuda yang bernama andy & rizal diterima menjadi pencuci piring disebuah Restoran. Setelah 2 bulan bekerja, rijal mulai merasakan jenuh pada hidupnya itu semua karna di dapur restoran tersebut, para pencuci piring selalu dimaki2 oleh kepala dapur yang sangat tempramental,arogan dan keras saat memberikan instruksi apapun, beberapa kali rijal beradu mulut dengan kepala dapur yang galak itu, hingga akhirnya rijal hengkang dengan cara yang sedikit emosional.. 1 tahun setelah keluarnya rijal dari pekerjaannya, kepala dapur heran kepada andi yang masih saja setia mencuci tiap piring dan gelas kotor di dapur itu..karna itulah si kepala dapur bertanya “ Apa yang membuatmu tetap berada disini andi? “ Maksud bapak? Andi memandang teduh wajah kepala dapur di hadapannya. “iya.. apa yang membuatmu tetap tinggal sementara teman2mu yang lain sudah banyak yang keluar tidak lebih dari 3 bulan di tempat ini. Andi hanya tersenyum sembari meneruskan mencuci gelas yang mulai menumpuk. “saya akui saya sangat arogan di sini, dan saya juga tau banyak sekali yang benci kepada saya.. “lalu ??? “maksud saya, kenapa kamu tenang2 saja saat saya marah besar tanpa alasan. “saya hanya memandang bapak sebagai seorang yang berusaha menjalankan tugas bapak sebaik mungkin. “hanya itu?? Kepala dapur mempertajam pandangannya ke arah andi.. “Bagi saya, di dunia ini hanya ada 2 tipe manusia yang berusaha untuk memahami hidupnya.. Yang pertama adalah WINNERS atau PEMENANG, dan yang kedua LOSERS PECUNDANG. Di sini saya memilih untuk menjadi winners meski membuat semua itu terwujud butuh lebih dari sekedar “makan hati dan menangis”, Butuh lebih banyak doa dan rasa syukur, dan butuh bergunung gunung rasa sabar. Dan itu tidak bisa di lakukan oleh seorang losers. “andi, saya ingin kamu jujur kepada saya,… saya termasuk yang mana di mata kamu?? “tidak bijak rasanya saya memberikan penilaian kepada orang lain, apalagi kepada bapak. “saya ingin kamu menilai saya andi.. “saya tidak bisa pak.. andi kembali memandang teduh wajah di hadapannya.. “tolong andi, dan penilaian kamu tidak akan mempengaruhi kinerja kamu di sisni, saya janji… “bapak yakin?? “ya… “bapak LOSERS.. ………………………………….., “ Jelaskan kepada saya.. “Orang yang tidak mensyukuri apapun pekarjaanya, sama hanya ia tidak berniat untuk bekerja, ia tidak menyadari bahwa dalam apapun pekerjaan yang dilakukan, selalu berbicara tentang “tekanan”,deadline, akurasi, maupun sistem yang semua itu bukanlah hal yang membahagiakan,dan itulah pekerjaan, terima itu sebagai kenyataan bahwa pekerjaan bukan bercerita tentang tarian bahagia atau bersenang senang.. Pahami kata ini “PEKERJAAN”, meletakkan sesuatu pada tempat yang telah di atur dalam sebuah sistem, bergerak dan melakuan sesuatu untuk menyelesaikan masalah yang timbul tanpa menambah masalah yang lain. Dan kadang masalah lain itu timbul dari rekan kerja, semisal bapak yang mencaci maki bawahan bapak, saya anggap bapak sudah gagal untuk menjadi seorang winner, karena bapak gagal menjadikan diri bapak seorang pemimpin yang baik.. “lalu apa yang kamu lakukan dengan perlakuan saya?? “Saya berusaha untuk profesional memandang apapun yang saya terima dari siapapun, termasuk caci maki bapak kepada saya, saya berusaha keras menyelesaikan apa tugas saya sebaik baiknya, tp kadang itu belum tentu baik menurut bapak, dan saya hanya bisa mengulang pekerjaan saya sama persis seperti apa yang bapak perintahkan,. “Apa motifasi kamu bersabar terhadap cacian saya…??? “Saya ingin tau seberapa banyak stok sabar yang saya punya, saya ingin tau seberapa banyak saya bisa mem-PRODUKSI kesabaran dalam diri saya, saya ingin tau seberapa kuat jiwa saya yang muda ini memahami jiwa bapak yang lebih tua dari saya, dan saya ingin bisa memaklumi kelemahan dan kekurangan bapak seperti yang ibu saya sering katakan.. “manusia itu dinilai dari bagaimana ia menyelesaikan masalah dalam hidupnya”, dan saya ingin menyelesaikan masalah di tempat ini sebaik yang saya bisa.. “terimakasih andi.. kepala dapur meninggalkan andi sembari menepuk pundaknya. “Dalam hidup, kadang semua berjalan tidak seperti apa yang kita harapkan, rencanakan, bahkan impikan, karena itulah kehidupan, kehidupan yang mengajarkan bagaiana kita menjadikan semua ini menjadi kebaikan, bukan kesedihan, saat tekanan datang, jangan jadikan itu kehancuran.. katakan pada hatimu “setelah ini, aku bisa lebih baik lagi”.. karena setiap masalah di bumi ini adalah bahan semen yang menguatkan pondasi rumah jiwamu menjadi sosok yang baik,bijak,dan teduh… Dan jika amarah memasuki hatimu untuk meledak, membawamu untuk menyerah dan pergi, maka pondasi jiwamu tidak akan pernah kokoh sampai kapanpun kita berjalan di titian waktu kehidupan.. Masalah, kesedihan, tangisan, adalah tangga yang akan membawamu lebih tinggi dari sekarang.. Tanyakan kepada setiap orang hebat apakah mereka pernah merasakan yang namanya masalah?? Dan orang2 besar adalah orang2 yang mampu menyelesaikan masalah menjadi pondasi ,penerang,dan benteng dalam hidupnya, dan bukan menjadikan masalah sebagai kambing hitam untuk berlari dari kehidupan ..
by Dadang Kadarusman – Natural Intelligence Contemplator
Persaingan ada di mana-mana, termasuk di kantor. Para staf bersaing untuk dipromosi menjadi supervisor, para supervisor bersaing untuk menjadi manager, dan para manager bersaing meraih kursi direktur. Cita-cita, ambisi, dan tekad yang membara berseliweran dimana-mana. Salah ?
Bergantung bagaimana cara bersaingnya. Jika persaingan itu diwarnai oleh sikap dan tindakan yang tidak berkehormatan, maka dampaknya sangat buruk. Tetapi jika persaingan itu dilakukan secara sehat, maka efeknya sangat konstruktif.
Apa yang ada dalam fikiran anda saat mendengar kata PNS?
Mungkin Anda akan berfikir:
Hidup Terjamin sampai tua dapat pension
Kerja nyaman, tanpa pressure / tekanan atasan, dan tanpa resiko PHK / bangkrut
Status social tinggi di masyarakat
Atau mungkin Anda berfikir:
Kerja rutin, gaji minim
Karir susah, tergantung senioritas
Front liner adalah wajah perusahaan, karena melalui sentuhan dia image itu akan tercipta.Sentuhan itu bisa berwujud tutur kata, gaya bicara, gesture tubuh, dsb. Front liner sendiri identik dengan customer service karena hanya customer service lah yang selalu berada pada posisi pada ruangan yg berhadapan langsung dengan pelanggan. Nature nya seorang front office berfungsi sebagai pelayan, thd,pelanggan,Apapun masalahnya, dan keluhan yang dihadapi konsumen,maka pada wajah customer service lah pelanggan ini berharap untuk mendapatkan solusi. Namun demikian, paradigm dan mindset tersebut ke arah depan telah bergeser. Ada beberapa tahapan perusahaan, dimana: 0-3 tahun biasanya adalah masa invetasi untuk jangka pendek 3-10 tahun biasanya adalah masa pertumbuhan 10-15 tahun biasanya perusahaan mengalami masa stabil Diatas 15 tahun perusahaan rawan akan mengalami fase saturasi/jenuh Pada saat masa pertumbuhan itulah, biasanya perusahaan akan menggenjot sales demi penguasaan pasar dalam menghadapai masa stabil atau malah saturasi/jenuh. Dimasa seperti itulah, apapun fungsi job yang ada dalam perusahaan adalah mengarah terhadap sales, tak terkecuali customer service. Sehingga jelas, saat awal posisi customer service sebagai: Service/pelangggan, kini bertambahn menjadi sales and service Dengan perubahan paradigm tersebut makan idealnya seorang customer service harus mempunyai kategori/jiwa sebagai berikut: 1.gesture: Cantik atau dalam bahasa trend-nya good looking, adalah sesuatu yg wajar atau standard, namun jika dari segi bahasa tubuh, gerak gerik, baik mata, mimik wajah,bibir tdk.menarik maka proses sales and service tadi tidaklah bisa berjalan dengan maksimal.Hal inilah yang dinamakan gesture. 2.Rexona : Rexona di identikkan dengan penampilan yang menarik, baik dari segi tat arias, make up, pemakaian baju, sepatu, pewangi tubuh dsb. Hal ini sangat menunjang tingkat percaya diri dari customer service tsb. Karena jika untuk ber-penampilan saja mereka tidak PD, bagaimana mungkin mereka bisa PD dalam menawarkan product. Nah…Para Frontliners,Sudah siapkah meghadapai perubahan paradigm diatas? Bagaimana dengan Anda?
Seorang pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. Hai jam, sanggupkah kamu berdetak 31.104.000 kali selama setahun? Ha?! Sebanyak itukah?! kata jam terperanjat, Aku tidak akan sanggup!
Ya sudah, bagaimana kalau 86.400 kali saja dalam sehari?
Delapan puluh ribu empat ratus kali?! Dengan jarum yang ramping seperti ini?! Tidak, sepertinya aku tidak sanggup, jawab jam penuh keraguan.