BNI Syariah Resmi Menjadi Bank Umum Syariah
Posted by : wahyudi hari siswanto, 19 Juni 2010 12:30:32Kategori: Kinerja | Viewed : 99 | Rating:
JAKARTA - Setelah memperoleh izin usaha bank umum syariah (BUS) pada 21 Mei 2010, PT BNI Syariah kemarin resmi berpisah (spin off) dari Unit Usaha Syariah (UUS) BNI Corporate. Dengan menjadi BUS, BNI Syariah menargetkan pencapaian aset Rp 6 triliun pada akhir tahun.
Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, melalui pemisahan itu, manajemen BNI Syariah akan lebih fokus mengelola bisnis, independen, fleksibel, serta responsif dalam memenuhi kebutuhan nasabah. ”Sehingga BNI Syariah dapat menjadi bank syariah pilihan,” kata Gatot dalam soft launching operasi BNI Syariah di Gedung BNI, Jakarta, kemarin (18/6).
BNI Syariah menjadi satu di antara empat anak perusahaan BNI Corporate selain BNI Life, BNI Multifinance, BNI Securities. BNI Corporate memiliki 99,9 persen saham di BNI Syariah. Sisanya milik BNI Life. Hingga akhir 2010, Unit Usaha Syariah (UUS) BNI memiliki aset Rp 5,2 triliun, total dana masyarakat Rp 4,2 triliun, total pembiayaan Rp 3,2 triliun, dan modal sebesar Rp 1 triliun, dengan customer based lebih dari 420.000 nasabah. ”Fokus BNI Syariah nanti di ritel dan consumer banking dengan fokus industri unggulan di masing-masing wilayah,” kata Gatot.
Guna menambah modal, BNI Syariah akan menjalin kemitraan dengan investor luar negeri. ”Setelah spin off, kita akan duduk dengan ICD mereka mau berapa. Kita harap BNI Syariah berperan penuh di industri perbankan Indonesia,” ujar Gatot.
Direktur Utama BNI Syariah Rizqullah mengatakan, setelah spin off, nasabah tetap bisa menikmati layanan yang ada selama ini, seperti e-channel BNI, tarik setor di seluruh kantor BNI, serta masih dapat melakukan pembukaan rekening BNI Syariah di lebih dari 750 kantor cabang BNI yang telah menjadi syariah channeling outlet (SCO).
Selain iu, BNI Syariah akan mengandalkan pembiayaan dari empat produk utama mereka, yakni Ib Griya KPR, Gadai Emas, BNI Hasanah Card, dan BNI Wirausaha. ”Kami akan fokus pada pembiayaan ritel dan konsumer bersinergi dengan induk kami,” ujarnya.
Direktur Direktorat Perbankan Syariah Mulya E. Siregar mengatakan untuk menunjang pertumbuhan bisnis syariah, pihaknya mengeluarkan 52 produk transaksi internasional. Namun, produk ini masih menunggu fatwa dari Dewan Syariah Nasional (DSN). (luq/c1/kim)http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=140453