Direksi-Komisaris Mobile-8 Dirombak Lagi
Posted by : wahyudi hari siswanto, 26 Februari 2011 22:24:16Kategori: Strategi SDM | Viewed : 192 | Rating:
VIVAnews - PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang mengagendakan perubahan susunan direksi dan atau komisaris. RUPSLB tersebut direncanakan digelar pada Rabu 11 November 2009.
”Ini (RUPSLB) permintaan dari pemegang saham,” kata Direktur Utama Mobile-8 Telecom Merza Fachys ketika dihubungi VIVAnews di Jakarta, Kamis 8 Oktober 2009.
Menurut dia, alasan pemegang saham Mobile-8 menggelar RUPSLB terkait agenda perubahan susunan direksi dan atau komisaris tersebut untuk memperkuat manajemen.
”Pertimbangannya untuk memperkuat manajemen. Tapi, siapa yang diganti atau menggantikan saya belum tahu,” ujar dia.
Sementara itu, berdasarkan publikasi yang disampaikan perseroan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, manajemen juga menyebutkan agenda lain-lain. Namun, tidak dijelaskan apa yang dimaksud agenda lain-lain tersebut.
Mobile-8 Telecom sebenarnya belum lama merombak sebagian besar direksi dan seluruh komisaris perseroan.
Perombakan itu disinyalir karena kerugian perusahaan sepanjang 2008 yang mencapai Rp 1,06 triliun, atau tergerus 2.223,1 persen dari laba bersih 2007 Rp 50,34 miliar.
Saat itu, direktur utama Mobile-8 Telecom sebelumnya, Wityasmoro S Handayanto bersama Direktur Penjualan dan Pemasaran Susanto Sosilo mengundurkan diri. Seluruh komisaris juga mengundurkan diri.
Dewan Komisaris Mobile-8 yang mundur adalah Komisaris Utama Agum Gumelar. Selain itu, anggota komisaris lainnya yang mengundurkan diri adalah Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo, Djoko Leksono Sugiarto, dan Mohamad S Hidayat.
Selanjutnya, melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan Mei 2009, pemegang saham menyetujui pengangkatan presiden komisaris Harmanto Tanidjaja, serta anggota komisaris Felix Ali Chendra dan komisaris independen Edwin Sudibyo.
Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Merza Fachys sebagai direktur utama perusahaan yang baru. Sedangkan Anthony Chandra Kartawiria tetap menjabat sebagai direktur.
Selain itu, perseroan mengangkat dua direksi baru, yakni Beydra Yendi dan Agus Heryanto Lukas. Direksi baru perseroan itu efektif sejak 1 Juni 2009.