ITS optimistis lahirkan 10 pengusaha per tahun
Posted by : wahyudi hari siswanto, 24 Juni 2010 09:50:06Kategori: Pengembangan | Viewed : 130 | Rating:
Oleh: Hilda Sabri Sulistyo JAKARTA (Bisnis.com) : Rektor Institut Tekhnologi Sepuluh November (ITS) Priyo Suprobo optimistis bisa melahirkan tiap tahun sedikitnya 10 pengusaha baru dari lingkungan kampus apalagi Entrpreneurship 2 tahun terakhir telah menjadi mata kuliah wajib dan dukungan perbankan dari sisi permodalan juga kuat.
“Sejak 2008, entrepreneur sudah jadi mata kuliah wajib jadi mahasiswa tidak akan lulus kalau belum ambil mata kuliah ini. Hasilnya kini banyak mahasiswa baru semester empat sudah sibuk wirausaha, sehingga potensi untuk drop out [DO] jadi tinggi,” ungkapnya di sela-sela IKA ITS Business Summit di Ritz Carlton hari ini.
Minat mahasiswa untuk menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja cukup tinggi.
Saat ini sedikitnya ada 350 proposal usaha yang diajukan dan setelah disortir maka 100 proposal medapat bimbingan dan modal kerja antara Rp 10 juta hingga Rp 100 juta yang sumber dananya dari Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas, kredit Wirausaha Mandiri dari Bank Mandiri, dan dari kalangan perbankan lainnya.
“Kami bertekad menyumbang dalam hal mencetak wirausaha muda karena negara membutuhkan sedikitnya 2% pengusaha, tetapi kita baru memiliki 0,18%, sehingga peranan perguruan tinggi untuk berkontribusi menghasilkan pengusaha dari kampus sangat dibutuhkan,” kata Priyo.
Berkembangnya minat mahasiswa untuk berwirausaha membuat risiko DO semakin tinggi karena banyak yang akhirnya mengabaikan kuliah.
Namun untuk mengatasi hal itu baik dari pihak kampus dan orangtua mahasiswa saling mengingatkan mereka untuk menyelesaikan studinya lebih dulu.
“Ada mahasiswa saya yang penghasilannya sekarang US$10.000 per bulan dari jasa IT yang dilakukannya melalui internet. Di satu sisi kesuksesan yang dicapainya mencemaskan karena baru duduk di semester IV, disisi lain kami bangga mereka punya kreativitas, inovasi, dan semangat untuk mandiri.”
Mahasiswa yang memiliki minat wirausaha tinggi umumnya dari jurusan Tekhnik Informatika dan Desain Produk Industri.
Pada mereka yang telah sukses berwirausaha dari lingkungan kampus pihaknya mengingatkan bahwa banyak nilai tambah yang bisa diperoleh jika kuliah di strata satu dapat diselesaikan lebih dulu sebelumnya akhirnya terjun ke bisnis murni.
Menyinggung tahun ajaran baru, Priyo Suprobi mengatakan tiap tahun ITS menerima 5500 mahasiswa termasuk dari dua politeknik yang dimiliki. Bagi mereka yang tidak mampu tetap mendapat prioritas beasiswa baik yang dialokasikan dari pihak kampus maupun dari Depdiknas seperti program beasiswa Bidik Misi.
“Untuk beasiswa Bidik Misi kami langsung turun ke lapangan apakah mereka yang mengajukan beasiswa ini benar-benar mahasiswa berprestasi yang miskin. Jadi pengecekan langsung dilakukan ke alamat pemohon dan ITS satu-satunya perguruan tinggi yang melakukan pengecekan langsung,” ungkapnya. (wiw) http://web.bisnis. com/umum/ pendidikan/ 1id189039. html