Jimmy: Salah jika Menghentikan Saya
Posted by : wahyudi hari siswanto, 03 Agustus 2010 09:11:19Kategori: Kinerja | Viewed : 154 | Rating:
WASIT Jimmy Napitupulu sempat disebut memimpin pertandingan dengan berat sebelah oleh Kapolda Jateng Irjen Alex Bambang Riatmojo. Tapi, Jimmy tak segan membela diri dengan menyudutkan Alex.
Bahkan, wasit kelahiran Pekanbaru itu menyatakan mengalami kejadian yang menurutnya aneh selama memimpin di Jateng. ’’Saat Persijap (Jepara) melawan Persiba (Balikpapan) lalu, Kapolda memberi saya Rp 5 juta. Dia bilang, saya pimpin pertandingan dengan baik,’’ kata Jimmy.
Meski Alex pernah memberinya uang, Jimmy mengatakan bahwa dirinya tetap tak bisa dihentikan ketika memimpin suatu pertandingan. ’’Menghentikan saya karena dinilai kurang cermat adalah hal yang salah. Intervensi ini tidak sehat,’’ ujarnya.
Dia menambahkan, sepak bola yang dipimpinnya mengatur masalah khusus. Hal tersebut tidak bisa diatur hukum umum. ’’Contohnya, hukum wasit dicampuri hukum pidana,’’ katanya.
Terkait dengan sejumlah kesalahannya dalam memimpin pertandingan, Jimmy juga menyatakan bahwa hal tersebut wajar dilakukan oleh seorang wasit. ’’Wasit juga manusia. Kalau ada kejadian yang tidak saya lihat, itu bukan serta-merta kesalahan saya,’’ terang Jimmy.
Karena itu, seandainya dihentikan kepolisian, dia menyatakan akan memperjuangkan kapasitasnya. Salah satunya, dengan melapor ke FIFA (federasi sepak bola internasional) dan AFC (federasi sepak bola Asia).
Dalam kacamata Jimmy, bukan hanya kepolisian sebagai pihak eksternal sepak bola yang tidak berhak atas kewenangannya dalam suatu laga. Petugas pertandingan (PP), PT Liga Indonesia, atau bahkan PSSI sekalipun tidak bisa menghentikannya. ’’Karena saya tidak sakit dan masih bisa melanjutkan kewajiban sebagai wasit. Yang berhak menyatakan saya berhenti adalah saya sendiri,’’ katanya. (dra/uan/c13/diq)http://jawapos.co.id/sportivo/index.php?act=detail&nid=148323