Rp 5,8 T untuk Bangun Rel KA di Sumatera
Posted by : wahyudi hari siswanto, 08 Mei 2010 09:06:13
Kategori: Lain lain | Viewed : 33 | Rating:
MEDAN, KOMPAS.com - Investasi yang dibutuhkan membangun jaringan rel kereta api dari Lhokseumawe hingga perbatasan Sumatera Utara dengan Riau mencapai Rp 5,8 triliun. Kemampuan keuangan pemerintah daerah tidak mungkin membiayai pembangunan jaringan rel kereta api yang bakal menjadi cikal bakal Sumatera Railways tersebut. Salah satu alternatif pembiayaana adalah pinjaman luar negeri oleh pemerintah pusat.
Keuangan pemerintah daerah jelas sangat terbatas dan tak sanggup jika harus menanggung biaya pembangunannya.
-- Riadil
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, investasi yang dibutuhkan untuk membangun satu meter rel kereta api sebesar Rp 9 juta. Riadil mengungkapkan, jaringan rel baru yang hendak membentang dari Lhokseumawe di Aceh hingga ke Kota Pinang di dekat perbatasan Provinsi Sumut dengan Riau.
Rel kereta api yang hendak dibangun dari Lhokseumawe hingga Besitang di Kabupaten Langkat Sumut, panjangnya mencapai 485 kilometer (km). Sedangkan rel kereta api dari Besitang-Pangkalan Brandan hingga Medan panjangnya 100 km. Jika ditambah dengan penambahan rel kereta api baru dari Rantau Prapat (Ibu Kota Kabupaten Labuhan Batu) hingga ke Kota Pinang (Ibu Kota Kabupaten Labuhan Batu Selatan) yang berdekatan dengan Provinsi Riau, butuh rel kereta api sepanjang 62 km.
”Total investasi yang dibutuhkan untuk membangun rel kereta api dari Lhokseumawe menuju Kota Pinang mencapai Rp 5,823 triliun. Keuangan pemerintah daerah jelas sangat terbatas dan tak sanggup jika harus menanggung biaya pembangunannya,” kata Riadil di Medan, Jumat (7/5/2010).
Riadil mengatakan, sebenarnya proyek Sumatera Railways ini telah digodok di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Bahkan konsep Sumatera Railways, menurut Riadil telah masuk dalam rancangan Peraturan Pemerintah tentang tata ruang Pulau Sumatera. ”Kalau memungkinkan memang harus ada pinjaman lunak untuk membiayai pembangunan jaringan rel kereta api di Sumatera ini,” katanya.
Keuangan pemerintah daerah jelas sangat terbatas dan tak sanggup jika harus menanggung biaya pembangunannya.
-- Riadil
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, investasi yang dibutuhkan untuk membangun satu meter rel kereta api sebesar Rp 9 juta. Riadil mengungkapkan, jaringan rel baru yang hendak membentang dari Lhokseumawe di Aceh hingga ke Kota Pinang di dekat perbatasan Provinsi Sumut dengan Riau.
Rel kereta api yang hendak dibangun dari Lhokseumawe hingga Besitang di Kabupaten Langkat Sumut, panjangnya mencapai 485 kilometer (km). Sedangkan rel kereta api dari Besitang-Pangkalan Brandan hingga Medan panjangnya 100 km. Jika ditambah dengan penambahan rel kereta api baru dari Rantau Prapat (Ibu Kota Kabupaten Labuhan Batu) hingga ke Kota Pinang (Ibu Kota Kabupaten Labuhan Batu Selatan) yang berdekatan dengan Provinsi Riau, butuh rel kereta api sepanjang 62 km.
”Total investasi yang dibutuhkan untuk membangun rel kereta api dari Lhokseumawe menuju Kota Pinang mencapai Rp 5,823 triliun. Keuangan pemerintah daerah jelas sangat terbatas dan tak sanggup jika harus menanggung biaya pembangunannya,” kata Riadil di Medan, Jumat (7/5/2010).
Riadil mengatakan, sebenarnya proyek Sumatera Railways ini telah digodok di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Bahkan konsep Sumatera Railways, menurut Riadil telah masuk dalam rancangan Peraturan Pemerintah tentang tata ruang Pulau Sumatera. ”Kalau memungkinkan memang harus ada pinjaman lunak untuk membiayai pembangunan jaringan rel kereta api di Sumatera ini,” katanya.






