Dapatkan berbagai manfaat
dengan bergabung bersama kami di HRCentro
DAFTAR SEKARANGoleh Didiet Budi Adiputro
Indonesia diakui sebagai salah satu negara dengan tingkat demokrasi paling maju. Tidak lagi ada absolutisme kekuasaan seperti dulu, serta kondisi politik yang tiap harinya dipenuhi hingar bingar dengan adanya kontestasi politik di daerah, parlemen yang powerfull dan media yang bising. Demokrasi memang telah membuat politik Indonesia terlihat lebih transparan, sehingga lebih mudah terpantau .
Namun bukan berarti majunya demokrasi juga diikuti dengan implementasi sebuah nilai yang justru bisa membuat demokrasi menjadi substansial dan juga bertahan. Nilai itu adalah etika publik. Memang betul, di tengah politik kartel yang mendominasi puncak kekuasaan, nampaknya etika public semakin jauh dari kehidupan politik terutama di lingkaran kekuasaan. Berangkat dari sana, beberapa pihak yang concern dengan penerapan etika publik seperti Todung Mulya Lubis, Rocky Gerung,Rahman Tolleng, Arianto Pa tunru, Robertus Robert, Wimar Witoelar, dll menggagas dirilisnya situs www.srimulyani.net.
Dalam acara peluncuran website ini yang berlangsung di Hotel Niko Jakarta, salah seorang penggagas Todung Mulya Lubis menegaskan bahwa peluncuran situs ini adalah salah satu bagian dari kampanye untuk memperkuat komitmen terhadap etika publik. Adalah Sri Mulyani sebagai sosok yang dijadikan inspirasi bagaimana etika publik itu diterapkan secara konsisten. “Sri Mulyani mengajarkan kita bagaimana menerapkan etika publik ketika berada di kekuasaan” .
Hadir pula dalam peluncuran website itu beberapa tokoh dan aktivis seperti Marsillam Simandjuntak, Susy Rizky , Todung Mulya Lubis, dll.
Dalam website ini etika publik dijelaskan sebagai energi yang mengaktifkan warganegara untuk bekerja memelihara kesetaraan politik, menghormati kemajemukan individu, dan mengutamakan keadilan sosial. Dalam analisisnya Prof. Ikrar Nusa Bhakti mengatakan bahwa politik tanpa etika publik akan berubah menjadi demokrasi kriminal. Dimana di dalam demokrasi kriminal ini, orang-orang yang pantas menjadi pemimpin justru disingkirkan bahkan di kriminalisasikan.
Contoh paling nyata adalah bagaimana Sri Mulyani , yang menjadi korban kebringasan politik kartel yang hanya dikendalikan segelintir orang. Bagaimana praktek politik yang tidak beretika dari segelintir orang, sebut saja Aburizal Bakrie bisa menggalang kekuatan politik untuk menjegal Sri Mulyani dari dasar kepentingan pribadi. Alangkah celakanya demokrasi politik Indonesia jika terus diisi praktek seperti ini.
Sementara Goenawan Mohamad menceritakan pengalamannya dengan etika publik Sri Mulyani, dimana ketika Sri Mulyani menolak memakai kekuasaanya di bidang pajak ketika menjadi menteri keuangan untuk bisa memukul balik lawan politik yang telah melakukan berbagai serangan kepada dirinya. “Disitu contoh etika publik didirikan oleh Sri Mulyani”, ujar budayawan ini.
Banyak sekali pihak yang yakin bahwa Sri Mulyani memang pantas menjadi ikon etika publik di Indonesia, karena sepak terjangnya selama ini. Wimar Witoelar berpendapat bahwa kini Sri Mulyani yang sudah berhasil membuat standar bagaimana menjadi menteri keuangan yang baik , kedepan akan bisa membuat standar bagaimana menjadi Presiden yang baik.
Memang peran pemimpin menjadi begitu sentral dalam penerapan nilai etika publik ini. Seperti yang disinggung oleh Benny Handoko atau yang biasa disapa benhan, bahwa etika publik memang hanya bisa diterapkan dengan cara top down , bukan bottom up. Intinya memang di Indonesia masih tergantung pada sosok pemimpin. “ Deng Xioping melakukan perubahan besar di China dengan seorang diri” , ujar benhan.
Kebutuhan Indonesia akan etika publik dalam praktek politik semakin nyata kedepan maka semakin mendesak pula kita mempunyai pemimpin yang bukan hanya bisa beretorika tentang etika publik, tapi telah terbukti memberikan contoh nyata, bagaimna etika publik itu diterapkan ketika berada di tampuk kekuasaan. Oleh karenanya tidak bisa disangkal bahwa kita memang butuh sosok seperti Sri Mulyani.
Links dari Susy Rizky, KPI SMI
Peluncuran website srimulyani.net ternyata disambut gegap gempita bukan saja oleh orang-orang yang percaya integritas SMI, tetapi juga oleh mereka yang takut kepentingannya terganggu jika SMI jadi Presi den di 2014. SMI jadi Presiden? Setidaknya itulah tanggapan orang-orang yang berseberangan dgn beliau dalam menyikapi adanya website ini.
Ini link berita yang berhasil saya kumpulkan. Silahkan ditambahkan lagi artikel-artikel lain yang relevan dengan peluncuran website www.srimulyani.net.
ARTIKEL :
29 September 2010
Detik : Golkar Tanggapi Dingin Rencana Situs Sri Mulyani http://bit.ly/9yy8BY
Inilah.com : Srimulyani.net Bukan Milik Sri Mulyani? http://bit.ly/bgVoOn
Inilah.com : Luncurkan Situs, Sri Mulyani Come Back http://bit.ly/cXK61b
30 September 2010
Politikana : Situs Sri Mulyani Membuat Golkar/Aburizal Bakrie Resah?http://bit.ly/d7KsiZ
Perspektif Online : www.srimulyani.net sebagai lokomotif penyebaran etika publik http://bit.ly/cydSik
Tempo : Sri Mulyani Diusung Jadi Capres 2014? http://bit.ly/c6bWLP
Vivanews : Sejumlah Tokoh Luncurkan Srimulyani.net http://bit.ly/cd9T3v
Detik : Todung Sudah Izin Pakai Nama Sri Muyani Untuk www.Srimulyani.nethttp://bit.ly/cF4pTh
Detik : Meski Banyak Dukungan, Sri Mulyani Belum Tentu Maju di Pilpres 2014http://bit.ly/cR5LeP
Detik : Todung Luncurkan Situs www.srimulyani.net http://bit.ly/d45NGU
Kompas : Sukardi: Sri Mulyani Capres 2014http://bit.ly/cFSc9u
Rakyat Merdeka : Usai Lebaran Rizal Ramli, Prabowo dan Sri Mulyani Nyapreshttp://bit.ly/9KvQNE
Rakyat Merdeka : Sri Mulyani Kembali, Kasus Century Masih Digemarihttp://bit.ly/bzO5J4
Rakyat Merdeka : Todung: Sri Mulyani Ikon Penjaga Etika Publikhttp://bit.ly/bON6qJ
Inilah.com : ’Srimulyani.net Media Propaganda dan Balas Dendam’http://bit.ly/bzo4pJ
Inilah.com : Pendukung Sri Mulyani Rapatkan Barisan http://bit.ly/drA14s
Inilah.com : Situs Sri Mulyani Dinilai Tidak Etis http://bit.ly/d7L7oG
Inilah.com : Srimulyani.net ingin Citrakan Sri Mulyani Korban Politikhttp://bit.ly/bJ9J6d
Inilah.com : Sri Mulyani ‘Come Back’ 2014? http://bit.ly/cbDQES
1 Oktober 2010
Yahoo : Pengamat: SMI Segera Pulang Bila Ingin Dicalonkanhttp://bit.ly/aFh8cM
Media Indonesia : Sasar Calon Presiden 2014, Sri Mulyani Tersandung Centuryhttp://bit.ly/9skzjb
Rakyat Merdeka : Bamsoet: Sri Mulyani Memang harus Kembali Tuntaskan Centurygate http://bit.ly/9qZvgk
Republika : Akbar Tandjung Anggap Sri Mulyani Bergengsi Jadi Capres 2014http://bit.ly/bPZrDM
Metro : Tommy Soehato Siap Jadi Capres 2014 http://bit.ly/bAUAxg
Metro_TV: Golkar Minta Sri Mulyani Selesaikan Kasus Centuryhttp://t.co/Tdmt8vk
Kompas : Ray: Sri Mulyani Layak Jadi Capres http://bit.ly/dfuH5m
Kompas : PPP Buka Peluang Sri Mulyani Jadi Capres http://bit.ly/aPT1RG
Beritasatu : Mengapa Sri Mulyani? http://bit.ly/diNx8y
http://perspektif.net/indonesian