VIVAnews - Indonesia dan Arab Saudi berjanji lebih optimal dalam menjamin perlindungan para pembantu rumah tangga (PRT) asal tanah air yang bekerja di kerajaan itu.
Salah satu upaya adalah mempelajari kemungkinan membentuk kesepakatan khusus mengenai perlindungan PRT Indonesia di Saudi.
Demikian hasil pembicaraan antara pemerintah Indonesia dan Saudi di Riyadh, Selasa 7 Desember 2010. Menurut laman Arab News, pemerintah Saudi diwakili oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Adel Fakieh, sedangkan delegasi Indonesia dipimpin Menaker Muhaimin Iskandar.
2 Sponsor TKI Sumiati Ditangkap
Posted by : wahyudi hari siswanto, 26 Januari 2011 17:20:53
Kategori: Kinerja | Telah Dilihat : 102 kali | Rating:
2 Tersangka ini diduga telah melakukan perdagangan anak,
VIVAnews - Mabes Polri telah menangkap dua tersangka yang menjadi sponsor pemberangkatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Sumiati ke Arab Saudi. Kedua orang ini berperan mencari calon TKI untuk diserahkan kepada Perusahaan Jasa Tenaga Kerja (PJTKI) untuk disalurkan keluar negeri.
Boediono: Banyak TKI yang Sukses
Posted by : wahyudi hari siswanto, 26 Januari 2011 17:01:14
Kategori: Kinerja | Telah Dilihat : 94 kali | Rating:
Wapres mengakui persoalan TKI terjadi karena kurangnya lapangan kerja di dalam negeri.
VIVAnews -- Wakil Presiden, Boediono mengakui sejumlah masalah Tenaga Kerja Indonesia terjadi karena masih kurangnya lapangan kerja di dalam negeri. Kondisi inilah yang menyebabkan TKI memilih mencari lapangan kerja di luar negeri.
”Realita memang menuntut saudara-saudara kita mengadu nasib di rantau,” kata Boediono dalam sambutannya pada acara Penghargaan Pekerja Migran Indonesia di Istana Wakil Presiden, Senin, 20 Desember 2010.
VIVAnews -- Para majikan di Malaysia diwajibkan membeli asuransi kesehatan untuk tenaga kerja asing yang bekerja di perkebunan dan pembantu rumah tangga.
Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Liow Tiong Lai, seperti dimuat New Straits Times, 1 Januari 2011, menjelaskan biaya asuransi pekerja asing sebesar RM120 atau RM10 tiap bulannya. Dengan biaya sebesar itu, tiap pekerja akan mendapat penanggungan sebesar RM10.000 untuk pengobatan dan rawat inap di rumah sakit pemerintah.
VIVAnews - Arab Saudi mulai sulit mendatangkan para pembantu rumah tangga asal Indonesia. Kesulitan itu terkait dengan masalah pemberian komisi kepada para perantara setelah Saudi dan Indonesia menyepakati perjanjian mengenai biaya rekrutmen.
Demikian ungkap harian Saudi Gazette, Selasa 11 Januari 2011. Oleh karena itu, Komite Rekrutmen dari Kamar Dagang dan Industri di Provinsi Timur Saudi akan membicarakan kesulitan itu pada pertemuan 17 Januari mendatang.