Sekitar 60 Persen dari jumlah itu bekerja di Malaysia dan Arab Saudi.
VIVAnews - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyampaikan, sampai Desember 2010, jumlah warga negara Indonesia yang bekerja dan berada di luar negeri adalah 3.294.009 orang. Dari jumlah itu, 60 persen berada di Malaysia dan Arab Saudi.
Namun Menteri menduga, jumlah yang sebenarnya jauh lebih besar. Angka yang dilansir, kata Marty, adalah yang terdata dan terlaporkan. Sementara banyak WNI yang tidak melapor diri ke Kedutaan atau Konsulat Indonesia.
VIVAnews -- Aksi galang Rp1.000 untuk menyelamatkan nasib sekitar 200 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terlantar di kolong jembatan Kandahar, Jeddah, Arab Saudi masih terus berlangsung.
”Aksi masih berlanjut di berbagai kota di Indonesia, juga di luar negeri. Di Australia, Kanada, Belanda, Hongkong, Taiwan, Singapura, Macau, dan Malaysia,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah saat dihubungi VIVAnews, Selasa 25 Januari 2011.
VIVAnews - Dua negara pengimpor utama pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia, Malaysia dan Arab Saudi, kian sulit mendapatkan pekerja dari Tanah Air. Puluhan ribu keluarga di Malaysia sudah merasakan dampaknya dan agen di Arab Saudi mengeluhkan mahalnya biaya perekrutan.
Media massa di Malaysia beberapa pekan lalu mengungkapkan bahwa tidak sedikit keluarga di Negeri Jiran yang sudah merasakan susahnya mencari PRT Indonesia. Data dari Asosiasi Agen Pembantu Asing Malaysia (Papa) mengungkapkan bahwa 35.000 keluarga tercatat masuk dalam daftar tunggu.
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mengakui tingkat kemiskinan yang ada saat ini masih ada pada level tinggi, yakni 13,3 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,6 juta jiwa tersebut. Jumlah penduduk miskin itu masih tergolong tinggi karena masih mencapai 31,6 juta orang.
”Itu lebih tinggi dibandingkan jumlah penduduk Malaysia sekalipun. Kami mengakui masih banyak orang miskin, namun jumlahnya terus berkurang,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Rabu (26/1/2011) saat menjadi pembicara kunci dalam acara Micro Finance Summit 2011.
OIC Mengerling Asuransi Syariah
Posted by : muhammad yasir, 26 Januari 2011 13:32:36
Kategori: Pengembangan | Telah Dilihat : 103 kali | Rating:
REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI- Oman Insurance Company (OIC), perusahaan asuransi terbesar di Uni Emirat Arab, berencana melebarkan bisnis dengan terjun ke dalam asuransi syariah negara tersebut. Perusahaan yang juga dikenal dengan nama Tameen ini, telah menunjuk sebuah perusahaan penasihat untuk melakukan kajian guna mempelajari segmen bisnis syariah ini.