Pengelolaan Karir Berbasis Kompetensi
Posted by : Rakhmi Razali, 18 Februari 2009 19:53:53Kategori: Pengembangan | Viewed : 1246 | Rating:
Pengelolaan karir merupakan proses untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan organisasi dengan potensi/aspirasi individual. Pengeloaan karir diarahkan pada kesesuaian pengembangan kompetensi individu dengan seperangkat kompetensi yang dibutuhkan organisasi untuk sukses mencapai tujuan. Jalur karir yang akan dilalui oleh setiap individu sudah direncanakan dan dipersiapkan untuk mengembangkan dan memenuhi kompetensi yang dibutuhkan /dituntut, tidak hanya untuk pekerjaan saat ini, tapi juga untuk karir selanjutnya.
Dalam sistem pembinaan karir berbasis kompetensi, identifikasi persyaratan kompetensi mengenai apa yang dibutuhkan pada setiap jabatan dalam rencana perjalanan karir seseorang merupakan hal yang sangat penting. Dengan informasi kompetensi yang dimiliki oleh setiap individu, sebagaimana yang ada dalam sistem berdasarkan hasil asesmen kompetensi dari setiap orang, maka evaluasi kompetensi seperti apa yang perlu dikembangkan pada setiap orang dalam setiap titik perjalanan karirnya.
Perjalanan karir adalah siklus yang kontinyu mulai dari menentukan tujuan karir, menganalisa persyaratan jabatan dan kecocokan orang -jabatan, dan menterjemahkan tujuan dan kebutuhan menjadi rencana karir dan pengembangan.
1. Tujuan karir (career goals): dengan menyeimbangkan kebutuhan organisasi dengan potensi dan aspirasi yang diinginkan oleh orang yang bersangkutan. Dengan penetapan tujuan karir ini, maka kita dapat merencanakan jalur karir seseorang dalam perjalanan karir selanjutnya di dalam organisasi.
2. Persyaratan jabatan (job-person requirement): dengan menganalisa kompetensi apa yang dipersyaratkan oleh setiap jabatan dalam jalur karir yang telah direncanakan sebelumnya sebagai tujuan karir orang tersebut.
3. Kecocokan orang dengan jabatan (job-person fit): dengan melihat sejauh mana kecocokan kompetensi seseorang dengan kompetensi yang dipersyaratkan oleh jabatan yang akan diisi, sehingga dapat menentukan kesiapan orang untuk mengisi jabatan tersebut, apakah dapat dengan segera karena sudah cocok. Jika diperlukan pengembangan, maka inilah yang akan menjadi dasar bagi rencana pelatihan dan pengembangan untuk orang tersebut dapat memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan.
Demikian siklus ini terus berjalan secara kontinyu dalam setiap perjalanan karir seseorang untuk berpindah dari satu jabatan ke jabatan lain, apakah dengan promosi, mutasi maupun rotasi.