Dapatkan berbagai manfaat
dengan bergabung bersama kami di HRCentro
DAFTAR SEKARANGManajemen kinerja adalah sebuah proses untuk menetapkan pemahaman bersama tentang:
-APA- yang akan dicapai dan -BAGAIMANA- mencapainya.
Manajemen kinerja merupakan pendekatan untuk mengelola orang agar dapat meningkatkan kemampuan untuk mencapai sukses. APA yang akan dicapai diturunkan atau diterjemahkan berdasarkan tujuan dan strategi organisasi. Sementara BAGAIMANA mencapainya, diturunkan atau diterjemahkan berdasarkan kompetensi perilaku yang dituntut untuk pekerjaan/visi dan misi organisasi.
Pengelolaan karir merupakan proses untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan organisasi dengan potensi/aspirasi individual. Pengeloaan karir diarahkan pada kesesuaian pengembangan kompetensi individu dengan seperangkat kompetensi yang dibutuhkan organisasi untuk sukses mencapai tujuan. Jalur karir yang akan dilalui oleh setiap individu sudah direncanakan dan dipersiapkan untuk mengembangkan dan memenuhi kompetensi yang dibutuhkan /dituntut, tidak hanya untuk pekerjaan saat ini, tapi juga untuk karir selanjutnya.
Langkah-langkah yang diperlukan dalam mengembangkan program pelatihan berbasis kompetensi:
1. Pengembangan model kompetensi: model harus menjelaskan kompetensi yang dibutuhkan pada setiap jabatan untuk dapat mencapai kinerja maksimal baik pada jabatan saat ini atau masa yang akan datang.
2. Identifikasi kompetensi: Memilih kompetensi mana yang biayanya efektif untuk dilatih dan mana yang lebih efektif biayanya merekrut karyawan baru dari luar yang telah memiliki kompetensi tersebut. Ini harus benar-benar dipertimbangkan, kompetensi mana yang sangat perlu dilatih dan dikembangkan. Secara umum, seleksi dan rekrutmen karyawan baru dari luar dan telah memiliki kompetensi akan lebih mudah.
Ada empat tahap yang dapat dilakukan dalam pengembangan kompetensi; identifikasi kebutuhan pengembangan, sesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan, aplikasikan di lingkungan kerja dan lakukan secara terus menerus.
Tahap 1. Indentifikasi kebutuhan pengembangan.
Pada tahap awal, orang perlu menumbuhkan kesadaran bahwa dia memerlukan pengembangan kompetensi tertentu. Sebagaimana diketahui bahwa kompetensi perilaku lebih sulit untuk dikembangkan, maka pada tahap ini kompetensi yang baik lebih dikembangkan untuk pengembangan adalah kompetensi teknis. Selanjutnya dipilih beberapa kompetensi yang akan difokuskan untuk dikembangkan. Jumlah kompetensi yang dikembangkan tidak terlalu banyak dan dilakukan pemilihan prioritas kompetensi mana yang akan dikembangkan lebih dulu, dan ini dilakukan bersama-sama dengan atasan dalam kesempatan evaluasi kinerja secara periodik.
Kompetensi teknis dapat diajarkan dan dilatih, namun kompetensi perilaku sulit untuk dirubah dan dikembangkan. Kompetensi ini dapat berubah seperti semangat berprestasi, dan dapat ditingkatkan seperti karakter yaitu percaya diri.
Aktivitas pelatihan dan pengembangan berbasis kompetensi mencakup program pelatihan formal, umpan balik pusat pengembangan, panduan materi pengembangan pribadi, petunjuk pribadi untuk komputer dan video interaktif, penugasan jabatan, hubungan mentoring, intervensi struktur organisasi, proses, dan budaya untuk meningkatkan kompetensi individual.